halo photoholic,, disini saya akan sharing tentang gimana sih memfoto yang baik dan benar, simak hal-hal berikut
1. HARUS ADA KAMERA
Tentunya inilah hal primer yang digunakan untuk memfoto, Kamera sendiri ada bebrapa jenis, klo skarang ini ada 2 jenis kamera yang lagi booming, yaiu DSLR dan DSLT, apasih bedanya dan keunggulannya? tenang guys, nanti akan saya jelaskan.
2. SETTING
Inilah yang menentukan bagus tidaknya foto yang kita jepret, dalam kamer DSLR itu hanya ada 3 jenis setting utama yang biasa disebut segitiga emas, dalam segitiga emas ini terdiri dari, Shutter Speed, Diafragma (bukaan), ISO. Ininih yang perlu dipelajari buat pemula, kalian gak perlu terlalu ribet cukup perdalam 3 jenis setting utama tadi. untuk penjelasannya sebagai berikut:
A. Shutter Speed
shutter speed berperan dalam menentukan model gambar, dan pencahayaan. Shutter speed bagi kebanyakan orang Indonesia diartikan secara bahasa
sebagai kecepatan rana, yaitu berapa lamanya shutter terbuka. Pada era
fotografi film shutter speed diartikan sebagai lamanya film di-expose ke
obyek yang difoto, deskripsi ini sama dengan era fotografi digital
dimana shutter speed merupakan lamanya sensor "melihat" subyek yang akan
diambil gambarnya Nah, shutter speed sendiri itungannya adalah Detik. contohnya: 1/125 (seperseratus dua puluh lima)detik, 1/40, 0,6, dll. semakin kecil shutter speednya maka semakin cepat, tetapi pencahayaan semakin gelap. untuk batas aman, shutter speed kita harus lebih besar dari panjang dari lensa kita. Jadi kalau
kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita
memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det. Perlu diingat bahwa jika Anda hanya terlalu berkonsentrasi pada
Shutter-speed dan tidak menghiraukan dua elemen lain dalam Exposure
Triangle (aperture & ISO), percayalah itu bukan ide yang bagus. jadi kitika kalian merubah shutter speed, maka kita juga perlu merubah Aperture (Diafragma) & ISO untuk hasil yang lebih maksimal.
B. Aperture (Diafragma)
Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita
akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar
lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah
cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan
f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa
fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti
diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali
seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop
berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume
cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin
kecil lubang terbuka.

Jadi
dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh
lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering
menemukan istilah
fully open jika mendengar obrolan
fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan
bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya
C. ISO
definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera
terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif
sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
- Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
- Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui
lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan
aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200
sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar
punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
Secara garis besar:
- Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang
selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture
Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam
pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali
lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
- Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
- Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.
Nah, itulah yang perlu kalian plajari guys, untuk jenis kamera akan saya posting di kesempatan berikutnya,, tq