Selasa, 18 Februari 2014

SLT & DSLR

yup, seperti janji saya, saya akan memposting tentang apasih itu SLT & SLR, let's see...


  1. DSLR (Digital Single Lens Reflex)
           DSLR adalah kependekan dari Digital Single lens Reflex. Dalam bahasa yang gampang, DSLR adalah kamera yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder adalah lobang kecil dibelakang kamera tempat kita mengintip obyek foto. Kok ada kata single dalam kepanjangan DSLR, emang ada yang double? ada, namanya kamera TLR alias twin lens reflex, TLR adalah teknologi yang hampir punah.
Saat kita mengintip di lobang viewfinder dibelakang kamera, apapaun yang kelihatan disitu adalah apa yang kan menjadi hasil akhir foto.
Berikut bagian-bagiannya:
  1. Lensa
  2. Cermin Pantul (reflex mirror)
  3. Shutter
  4. Sensor
  5. Layar focusing
  6. Lensa condenser
  7. Pentaprisma
  8. Viewfinder
cara kera kamera dslr

Bagaimana cara kerja kamera DSLR

Secara keseluruhan proses kerja kamera DSLR terjadi sangat singkat, namun demi gampangnya coba kita pisah menjadi 3 tahap:
  • Saat kita mengintip di lobang viewfinder dibelakang kamera, apapaun yang kelihatan disitu adalah apa yang kan menjadi hasil akhir foto. Pantulan cahaya dari obyek foto masuk melewati lensa lalu menuju cermin pantul-(2) yang kemudian memantulkan cahaya tersebut ke pentaprisma-(7). Pentaprisma mengubah cahaya vertikal ke horisontal dengan mengarahkan cahaya menuju dua cermin terpisah, lalu masuk ke viewfinder-(8).
  • Saat kita memotret, cermin pantul/reflex mirror-(2) berayun keatas dan membiarkan cahaya terus maju dengan lurus. Shutter-(3) kemudian membuka sehingga cahaya tadi masuk ke sensor digital-(4). Shutter-(3) tetap akan terbuka selama waktu shutter speed yang ditentukan dan sensor-(4) akan terus merekan informasi cahaya. Kalau sudah selesai, maka reflex mirror-(2) akan kembali ke posisi awal sehingga cahaya dari lensa akan terpantul keatas dan kembali muncul di viewfinder.
  • Proses ketiga adalah proses yang terjadi di sensor digital-(4) dimana gambar diolah oleh komputer (processor) didalam kamera. Processor akan mengambil informasi yang terekam di sensor, mengubahnya menjadi menjadi format yang sesuai lalu menuliskannya ke dalam memory card.
keseluruhan proses diatas hanya terjadi dalam sepersekian detik, kecuali jika anda memotret bulb, bahkan kamera DSLR kelas atas bisa menyelesaikan 11 proses diatas secara beruntun dalam waktu satu detik.


            2.  SLT ( Single-Lens Translucent)

                 Kamera SLT ( Single-Lens Translucent ) adalah nama bagi desain proprietary Sony untuk kamera-kamera dari keluarga Sony Alpha produksinya. Kamera-kamera Sony SLT memanfaatkan pellicle mirror untuk membagi sinar yang datang : sebagian diarahkan ke sensor phase-detection autofocus, dan sisanya menumbuk image sensor digital. Citra yang diterima oleh image sensor inilah yang diolah menjadi data digital baik berupa foto ( still image ) maupun video, selain juga menjadi materi tampilan pada display LCD ( electronic viewfinder ).
Rumornya sih, kamera jenis ini akan dimusnahkan, entah apa alasannya, kemungkinan besar Sony akan beralh pada sistem optical viewfinder DSLR seperti pada umumnya (kecil kemungkinan) atau  kamera mirrorless dengan A-mount dan sensor ASP-C berjalan mirrorless (mungkin). kalo tentang SLT, sya belum terlalu ngerti guys, soalnya peredaraannya pun masih sedikit.

About Photograph

halo photoholic,, disini saya akan sharing tentang gimana sih memfoto yang baik dan benar, simak hal-hal berikut

1. HARUS ADA KAMERA
    Tentunya inilah hal primer yang digunakan untuk memfoto, Kamera sendiri ada bebrapa jenis, klo skarang ini ada 2 jenis kamera yang lagi booming, yaiu DSLR dan DSLT, apasih bedanya dan keunggulannya? tenang guys, nanti akan saya jelaskan.

2. SETTING
     Inilah yang menentukan bagus tidaknya foto yang kita jepret, dalam kamer DSLR itu hanya ada 3 jenis setting utama yang biasa disebut segitiga emas, dalam segitiga emas ini terdiri dari, Shutter Speed, Diafragma (bukaan), ISO. Ininih yang perlu dipelajari buat pemula, kalian gak perlu terlalu ribet cukup perdalam 3 jenis setting utama tadi. untuk penjelasannya sebagai berikut:

          A.  Shutter Speed
                 shutter speed berperan dalam menentukan model gambar, dan pencahayaan. Shutter speed bagi kebanyakan orang Indonesia diartikan secara bahasa sebagai kecepatan rana, yaitu berapa lamanya shutter terbuka. Pada era fotografi film shutter speed diartikan sebagai lamanya film di-expose ke obyek yang difoto, deskripsi ini sama dengan era fotografi digital dimana shutter speed merupakan lamanya sensor "melihat" subyek yang akan diambil gambarnya Nah, shutter speed sendiri itungannya adalah Detik. contohnya: 1/125 (seperseratus dua puluh lima)detik, 1/40, 0,6, dll. semakin kecil shutter speednya maka semakin cepat, tetapi pencahayaan semakin gelap. untuk batas aman, shutter speed kita harus lebih besar dari panjang dari lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det. Perlu diingat bahwa jika Anda hanya terlalu berkonsentrasi pada Shutter-speed dan tidak menghiraukan dua elemen lain dalam Exposure Triangle (aperture & ISO), percayalah itu bukan ide yang bagus. jadi kitika kalian merubah shutter speed, maka kita juga perlu merubah Aperture (Diafragma) & ISO untuk hasil yang lebih maksimal.

          B.   Aperture (Diafragma)
                 Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.
apertureJadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilah fully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya

                   C. ISO
                        definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  1. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  2. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
Secara garis besar:
  1. Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
  2. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
  3. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.

Nah, itulah yang perlu kalian plajari guys, untuk jenis kamera akan saya posting di kesempatan berikutnya,, tq